PERANAN ROH ALLAH DALAM KEHIDUPAN HAMBA TUHAN
( Biblika, Dogmatika, Praktika, Ilmu Agama-Agama dan Agama Suku Aliran Spritualisme)
I. Latar Belakang
Dalam Perjanjian Lama penulis dapat melihat bagaimana Allah berkarya bagi dunia dan segala isinya. Pemeliharaan Allah juga membutuhkan perpanjangan angan atau dapat dikatakan penyambung lidah Allah yang mendengarkan suara Tuhan. Jika bicara mengenai Roh Allah maka yang ada didalam pemikiran kita adalah Perjanjian Lama. Karena jika kita lihat dalam Perjanjian lama, Roh Allah lah yang paling banyak kita temui. Orang- orang yang dipakai Tuhan dalam karyanya adalah disebut Hamba Tuhan. Namun di dalam sejarah Perjanjian lama sering kita temukan Hamba Tuhan yang bekerja untuk kemuliaan nama Tuhan.
Maka melalui seminar kali ini penulis akan membahas mengenai bagaimana sebenarnya Peranan Roh Allah di dalam Kehidupan Hamba Tuhan dari berbagai tinjauan yang telah ada di sub judul penulis. Sehingga kita bias melihat bagaimana Roh Allah itu sangat penting bagi hamba Tuhan serta akan menjawab setiap pergumulan kita saat ini di dalam dunia pelayanan gereja sekarang banyak yang mengaku hamba Tuhan namun apakah dia dipenuhi Roh Allah atau tidak. Semoga seminar ini dapat memberikan edukasi serta pembelajran yang baru bagi kita semua.
II. Pembahasan
2.1.Pengertian Roh
Definisi kata Roh di dalam Alkitab berasal dari kata Ibrani ruah yang berartikan angin (Kel. 10:13) atau napas (kej.6:17), atau kuasa ilahi (Yeh.39:9 dst.) dan didalam Bahasa Yunani pneuma mempunyai arti luas. Roh itu datang dari api (Mat 3:11), Roh datang atas murid-murid pada hari pentakosta menyerupai api (Kis. 2:3) tetapi kedengarannya seperti angin (pneuma).[1] Namun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “Roh” (ruh) adalah pengendali jiwa dan raga, roh bertindak sebagai pikiran jiwa dan raga, jiwa merasakan seolah-olah pikiran itu asli dari diri sendiri, sebenarnya roh itulah yang bersandiwara sebagai pikiran manusia.[2]
2.2.Pengertian Hamba Tuhan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia istilah “Hamba” dapat diartikan abdi, budak, belian, pelayan. Berbicara mengenai “hamba”, tidak dapat dipisahkan dari dua tanggung jawab “hamba” yaitu pekerjaan dan ketaatan.[3]
Istilah “Hamba Tuhan” kini memiliki pengertian yang multi tafsir. Pengertian pertama ialah bahwa semua mahkluk harus mengabdi kepada Allah, oleh karena itu disebut abdi Allah atau hamba Allah. Pengertian kedua berkatian dengan jati diri orang percaya yang sudah ditebus oleh Tuhan sehingga disebut hamba Tuhan, meskipun dalam kekristenan lebih dikenal sebagai istilah “anak Tuhan”. Pengertian lain lagi berkaitan dengan fungsi sebagai orang yang menaati panggilan Tuhan menjadi pemberita Injil atau firman Tuhan.[4]
Dalam Bahasa Ibrani “eyed” budak, hamba, pelayan yang artinya seseorang bekerja untuk keperluan orang lain, untuk melaksanakan kehendak orang lain, ia pekerja yang menjadi milik tuannya. Dalam hidup keagaaman Israel kata itu dipakai untuk menunjukkan kerendahan diri seseorang di hadapan Allahnya (Kel. 4:10; Mzm 119:17; 143:12). Pemakaian demikian menyatakan rendahnya kedudukan pembicara, juga menyatakan tuntutan ilahi yang mutlak terhadap seorang anggota dari umat yang dipilih-Nya, dan kepercayaan yang bersesuaian dengan itu dalam menyerahkan diri kepada Allah, yang akan membela hamba-Nya.[5]
2.3.Peran Roh Allah ditinjau dari Biblika
Roh atau ruakh (kata רוּתַ Ibrani) umumnya memiliki beberapa pengertian yang cukup menonkol antara lain: “angina,nafas, pikiran atau roh.” Adapun pengertian yang termuat di dalamnya hendak menunjuk kepada sebuah kuasa yang memberi kehidupan. Mengenai asal-usul gagasan tentang “roh” harus diakui, ada kesulitan tersendiri bagi para ahli untuk memaami konsep itu dan bagaimana pengembangannya di kemudian hari. Secara khusus di Israel, yang dapat dilakukan adalah menelusuri informasi yang tersaji dalam Perjanjian Lama.[6]
Secara leksikal, kata “ruakh” digunakan sebanyak 389 kali dalam berbagai bentuk peristiwa. Sementara dilihat dari penggunaan Bahasa maka pemakaian kata ruakh yang menunjuk kepada “roh” muncul sebanyak 378 kali dalam Bahasa Ibrani dan 11 kali dalam Bahasa Aram (ini khusus dalam kitab Daniel). Dari jumlah itu sekitar 107 kali merujuk kepada kegiatan dan aktifitas Allah di alam semesta termasuk dalam kehidupan manusia.[7] Secara historis perkembangan pemakai kata “roh” sangat beraneka ragam. Dalam Alkitab sendiri, kata “roh” pertama kali dipakai dalam Kej. 1:2. Ayat ini menjadi bukti permulaan bagaimana penggunaan kata itu dalam PL. Penyebutan “roh Allah” melayang-layang di atas permukaan air menunjukkan konsep hubungan yang terjalin antara Allah dengan alam semesta, khususnya antara manusia dengan Allah.[8] Dalam kenyataannya PL juga memahami bahwa “roh” adalah kuasa yang menghidupkan.
Mengenai eksistensi peran-Nya pada Perjanjian Baru, Roh Allah atau Roh Kudus bekerja secara nyata dalam masing-masing pribadi orang yang percaya, Roh itu dicurahkan kepada para umat yang merupakan kehadiran Kristus sendiri di dalam orang-orang Percaya (Lukas 11:13). Yesus Krists mempunyai hubungan yang khusus dengan Roh Kudus, suatu hubungan yang tak terpisahkan, dan itu sangat penting untuk kehidupan pribadi kita. Roh Kudus dan Yesus Kristus merupakan bagian yang tak terpisahkan, Alkitab menulis bahwa kelahiran-Nya dari Roh Kudus (Matius 1:20 “Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan Nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata : Yusu,anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.”)[9]
Mengenai peran Roh Kudus di dalam Perjanjian Baru yang tinggal di dalam umat Kristus, Alkitab berkata bahwa Yohanes Pembaptis telah bernubuat bahwa Yesus akan membaptis para pengikut-Nya dengan Roh Kudus (Matius 3:11; Markus 1:8). Sebagai salah tugas-Nya sekarang ini, Roh Kudus mengambil apa yang dimiliki Kristus dan menyatakan kepada orang percaya (Yoh. 16:14-15). Yaitu, manfaat-manfaat yang memulihkan dari keselamatan di dalam Kristus disampaikan kepada kita melalui Roh (Rom. 8:14-16; Gal. 4:6). Hubungan Roh yang sangat dekat dengan Kristus yang hamper tak dapay dipisahkan. Alkitab menulis tentang ‘Roh Kristus’,’Roh Allah’,’Roh Kudus’ dan ‘Roh’ tanpa perbedaan sampai ungkapan yang sangat sulit Tuhan yang adalah Roh. (Roma 8:9).[10]
Peran Roh Allah dalam Kehidupan hamba Tuhan ditinjau dari Biblika, antara sebagai berikut:
- Menolong mematikan perbuatan-perbuatan daging dan memberikan kepada kita buah Roh (Roma 8:13; Gal. 5:22-23)
- Menolong kita di dalam berdoa yang benar (Roma 8:26)
- Menjadi materai dan jamina bagi orang percaya (Ef. 1:13-14)
- Memberi kepada kita kuasa untuk menjadi saksi-Nya (Kis. 1:8)
- Memberi Keadilan (Yes 4:4)
- Menyertai Orang Percaya (Yoh.14:17)
- Menjadi Penghibur orang-orang percaya (Yoh 14:16)
- Memberi Kemerdekaan (2 Kor. 3:17)
- Pemberi Karunia (1 Kor. 12)
- Mengubah orang percaya menjadi seperti Kristus (2 Kor. 3:18)
- Menjadikan kita anak-anak Allah (Roma 8:15).[11]
2.4.Dalam Dogmatika
Tentang kesatuan dalam hakikat Roh Kudus dengan Allah juga dinyatakan dala Kitab Suci. Juga bahwa subordinasi tidak ada mengenai Roh Kudus dinyatakan, antara lain dalam perintah Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya untuk membaptis (Mat. 28:19), dan rumusan pemberian berkat (2 Kor.13:13), dan juga umpama dalam (1 Kor. 2:11).[12]
Hal ini menunjukkan juga kepada Trinitas Ontologis. Lagi pula Roh Kudus adalah kekal juga. Jadi pernyataan Kitab Suci memang mengatakan, bahwa Allah adalah esa dan beroknum tiga.[13]
Mengenai pernyataan tentang Roh Kudus dalam perbuatan-perbuatan Allah (oeconomis) dan dalam pernyataan telah dibicarakan seperlunya di muka. Hanya yang perlu disinggung di sini ialah, bahwa Gereja Ortodoks mengajarkan, bahwa Roh Kudus hanya keluar dari Allah Bapa dan Allah Anak (filioque, dan dari Anak). Memang kalua kita membaca Kitab Suci maka kita membaca juga, bahwa Allah Anak mengambil bagian aktif dalam mengutus Roh Kudus (Yoh. 16:7).[14]
Peranan Roh Kudus dalam hamba Tuhan tidak lepas dari pribadi-Nya sebagai Allah yang berkuasa memelihara dan memerintah di dalam kehidupan manusia. Fungsi dan peran-Nya itu antara lain
- Menginsafkan dunia akan dosa (Yohanes 16:8).
- Roh Kudus yang mengerjakan pembaharuan di dalam kita (Titus 3:5)
- Menjadi Penolong (Yohanes 16:8)
- Memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran (Yohanes 16:13; 1 Sam 10:6)
- Memberikan kepada kita hikmat dan wahyu (Efesus 1:17-18)
- Memimpin hidup kita sebagai anak-anak Allah (Roma 8:14-16).[15]
Dalam Kekristena, salah satu keunikkannya adalah kepercayaan terhadap Allah Tritunggal. Allah Tritungal merupakan Doktrin. Doktrin ini merupakan suatu konsep yang tidak ada pada agama-agama lain. Bukan suatu konsep yang ditarik sebagai kesimpulan dari hasil pemikiran melalui kemampuan rasio yang diciptakan oleh Allah. Hal ini merupakan suatu konsep yang tidak dapat dihindari oleh manusia, karena Allah terlah demikian menyatakan Diri, memperkenalkam diri-Nya kepada manusia.[16]
2.5.Dalam Praktika
Sejak di dalam Perjanjian lama dan Perjanjian Baru, Tuhan Allah menyatakan diri sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus. Roh Kudus adalah pribadi Tuhan dalam konsep Tritunggal. Hal ini membuktikan bahwa adanya hubungan anara Roh Kudus dengan Allah dan Kristus. Roh itu adalah milik Allah yang khas dan karenanya datang dari dicurahkan oleh-Nya. Dalam pandangan Israel “roh Tuhan” berupa suatu karunia khas yang diberikan kepada manusia. Pemahaman ini kemudia berlanjut pada Perjanjian Baru.[17] Roh itu adalah suatu karunia kekuasaan, yang bukan suatu kehadiran pribadi: suatu karunia dari Allah, diberikan dengan perantaraan Kristus yang ditinggikan untuk menggenapkan nubuat.[18]
Tampillah Gereja secara resmi dihadapan banyak orang dan memulai penyebaran Injil melalui pewartaan diantara para bangsa-bangsa. Dengan kuasa Injil, ia membuat Gereja bertumbuh dan terus menerus memperbaharuinya. Roh Kudus mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam seluruh pertumbuhan, perkembagan, sejak Gereja perdana di Yerusalem hingga Gereja sekarang. Ia memelihara dan bekerja di dalam Gereja melalui Roh-Nya.[19]
2.6.Dalam Ilmu Agama-Agama
2.1. Islam
Roh adalah sesuatu (Unsur) yang ada dalam jasad yang diciptakan Tuhan sebagai penyebab adanya hidup. Ruh berasal dari kata Ar-Riyaah yang berarti “angin” sesuatu yang tak terlihat, tapi berenergi. Menurut Agama Islam, manusia merupakan makhluk terkahir yang diciptakan Allah Ta’ala, setelah diciptakan-Nya makhluk lain seperti malaikat, jin, alam semesta, hewan, tumbuhan dan lainnya. Allah mencipakan manusia dengan dipersiapkan untuk menjadi makhluk yang paling sempurna. Karena, manusia diciptakan untuk menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi dan memakmurkannya. Potensi lain yang dimiliki oleh manusia adalah ruh.[20]
Pada persiapan pertama, Allah mengambil perjanjian dan kesaksian dari calon manusia, yaitu ruh-ruh manusia yang berada di alam arwah. Allah mengambil sumpah kepada mereka sebagaimana disebukan dalam Al-qur’an di dalam surah Al A’araf:172, dengan kesaksian ini dan perjanjian ini maka seluruh manusia lahir ke dunia dianggap sudah memiliki nilai, yaitu nilai fitah beriman kepada Allah dan ajaran yang lurus[21]
2.2. Hindu[22]
Dalam Hindu mengenal tentang konsep Atman yang terdapat dalam diri setiap manusia. Atman sering diartikan sebagai percikan terkecil dari Brahman (Dewata/Tuhan). Dalam kepercayaan Hindu, Atman dikenal terdapat pada semua makhluk hidup. Kendati demikian, kadang tidak bisa membedakan apa itu Atman dan Roh. Sebab banyak yang menggnggap Atman sama dengan Roh. Padahal di dalam Hindu, Roh dan Atman sangat berbeda.
Dalam Hindu kita mengenal adanya Panca Maha Butha yaitu lama elemen dasar yang membentuk alam semesta (bhuwana agung) dan badan manusia (bhuwana alit). Bagian- bagiabn dari panca Maha Bhuta, yaitu:
- Pertiwi; unsur padat/tanah
- Apah; unsur cair/air
- Teja; unsur cahaya/ api
- Bayu; unsur angin/ udara
- Akasa; Ruang/ eter
Jika dilihat dari sini bisa dapat dibedakan bahwa Atman dan Roh sangat berdeda, perbedaanya antra lain sebagai berikut:
1. Atman yaitu percikan terkecil dari Tuhan dimana Atman itu tudak terpengaruh dengan sifat keduniawian. Sehingga Atman tidak terika dengan adanya Panca Mahabhuta. Contohnya misalnya disaat proses kehamilan seorang ibu maka anaj yang akan dilahirkan mendapat percikan dari Tuhan yang disebut Atman. Sehingga si anak tersebut menjadi hidup dilahirkan dalam keadaan polos.
2. Sedang Roh yakni sudah terikat dalam Panca Mahabhuta (Keduniawian) contohnya misalnya orang yang meninggal kemudian kita melihat hantunya. Maka itu sebenarnya yang kita lihat adalah Roh yang masih terikat dengan sifat keduniawian sehingga si Roh tersebut masih merasakan adanya ketergantungan terhadap duniawi sehingga masih gentayangan.
Sebab Atman merupakan percikan Tuhan yang sudah tidak terikat, sehingga bisa berbentuk apa saja misaknya seperti cahaya dai sang Dewata sedangkan Roh masih mengalami bentuk seperti di darimana dia berasal.
2.7.Dalam Agama Suku Aliran Spritualisme
Aliran Spritualisme di dalam agama adalah kepercayaan, atau praktik-praktik yang berdasarkan kepercayaan bahwa jiwa-jiwa yang terangkat (saat meninggal) tetap bisa mengadakan hubungan dengan jasad tersebut. Hubungan ini umumnya dilaksanakan melalui seorang yang masih hidup. Ada keterlibatan emosional yang kuat, baik pada penolakan maupun penerimaan spritualisme ini yang membuat sulitnya suatu uraian imparsial dipakai untuk membuktikannya[23]
Tantangan yang dihadapi dalam peayan terkadang datang dari okultisme. Okultisme adalah suatu kuasa atau kekuatan yang sumbernya masih sesuatu yang gelap atau gaib. Gangguan okultisme dalam pelayanan ini pula pernah dialami oleh Paulus dalam pelayanannya ketika ia berada di Siprus. Sebagaimana Roh Kudus menyatakan perannya kepada Paulus dalam pelayanan, tentunya peristiwa yang terjadi dalam Kisah Para Rasul itu akan terulang kembali kepada para Hamba Tuhan di masa kini yang sedang merintis gereja-gereja baru. Roh Kudus akan mendemostrasikan kekuatan kuasa-Nya.[24]
2.8 Peran Roh Allah dalam Kehidupan Hamba Tuhan pada Tokoh Alkitab
2.8.1. Musa
Musa adalah seorang yang terdidik dalam tradisi elite Mesir, kemudian diutus Allah untuk membebaskan Israel dari Mesir, selanjutnya menuntun mereka menuju Tanaj Perjanjian. Walupun peran Musa besar dalam proses pembebasan Israel itu, tetapi dalam peristiwa ini pengendali utamanya adalah Allah sendiri. Dalam rangka pembebasan ini, Musa dilibatkan Tuhan memanggil dan mengutusnya dala situasi krisis historis yang sedang Israel Alami. Ia menghadap dan melawan Firaun, dan membawa Israel keluar dari Mesir. Menurut kitab Bilangan, Musa dikariniakn Roh Allah untuk peran kepemimpinan. Untuk tugas ini dia diberi kemampuan oleh Roh Allah. Ia menjadi pelayan, hamba Tuhan dalam proses ini (Ul. 33:1). Ketika Musa merasa tidak mampu, Allah membagikan Roh Allah yang ada bagi Musa kepada 70 tua-tua. Roh Allah yang diberikan adalah Roh yang ada pada Musa. Itu berarti kepemimpinan mereka tidak dapat dipisahkan dari kepemimpinan Musa. Walaupun demikian bukan Musa yang memberikan Roh itu, tetapi Tuhan sendiri yang bertindak, mengambil sebagian Roh-Nya pada Musa dan menaruhnya pada 70 tua-tua
2.8.2. Yosua
Yosua adalah pemimpin setalh Musa, seorang pendukung Musa yang bersemangat. Yosua dilantik Musa untuk meneruskan tugas kepemimpinan atas Israel. Dalam pelantikan itu Yosua berdiri di hadapan Imam Eleasar dan seluruh umat. Kitab Bilangan 27:18 menggambakan Yosua sebai orang yang penuh dengan Roh Allah, suatu kualifikasi yang atas dasar itu Tuhan menyuruh Musa melantiknya, Ia juga pemimpin dengan Roh kebijaksanaan, sebagai pewaris Musa. Walaupun sebagai penerus, Yosua tetap bearti, ia meninaikan tuga kepemimpinan dengan kuasa Roh Allah. Barth menggambarkan Yosua sebagai pemimpin Kharismatis benar, penuh roh hikmatm setaraf dengan pemimpin lain di perjanjian lama
2.8.3. Saul
Saul pun menjadi pribadi yang seluruhnya berubah begitu Roh Allah memasukinya (1 Sam. 10:10-11). Pada zaman Saul, secara umum diterima bahwa para nabi memilki Roh Allah dan bahwa Roh itu teradang memilih menjelmakan diri-Nya dalam tindakan spontan berupa tarian dan pekikan. Roh Allah lah yang memampukan Saul untuk bernubuat dalam 1 Samuel 10:6 sama juga halnya dengan para utusan Saul yang bernubuat di depan Samuel dalam 1 Samuel 19: 18.[25]
III. Analisa Penyeminar
Penulis menganalisa sebagai penyeminar adalah peranan Roh Allah bagi Hamba Tuhan sangatlah besar. Bagi para hamba Tuhan di kehidupan masa kini, tidak ada kekuatan atau daya yang dapat dilakukan tanpa ada Roh Allah yang memberi kekuatan kepada Hamba Tuhan. Segala yang tidak mungkin dilakukan atau yang tidak bisa dipikirkan dapa terlaksana jika Roh Allah ada dalam diri hamba Tuhan itu. Menurut Analisa saya sebagau penyeminar Roh Allah itu adalah roh yang menciptakan, Roh Allah juga memperbaharui, Roh Allah juga yang memberikan nubuatan, Roh Allah yang memberikan kebijaksanaan, Roh Allah yang meberikan Kuasa, Roh Allah yang menjadikan seseorang menjadi pemimpin. Jelas bahwa mustahil pekerjaan dilakukan tanpa penyertaan Roh yang diberikan Allh kepada para hamba Tuhan. Hamba yang disebut sebagai “eved” yang artinya adalah budak atau juga seorang yang dimiliki oleh seorang tuan yang berkuasa atas dirinya. Ketika seseorang dipilih melakukan suatu tugasnya, Tuhan sendiri yang akan memperlengkapi mereka sehingga mereka mampu melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan dan dapat menyaakan kenyataan rohani yang tidak dapat dilihat oleh orang lain.
Dalam kehidupan bergereja saat ini, tetap sebenarnya sebagai hamba Tuhan kita tidak bisa lepas dari Roh Allah atau sekarang kita sebut sebagai Roh Kuds. Pada kenyataannya pada saat ini penuli melihat bahwa banyak hamba Tuhan yang menggap bahwa sehala sesuatu yang dilakukan luar biasa dalam sebuah gereja merasa itu kekuatan yang dia miliki. Maka dalam suatu gereja banyak bukan Allah yang dipermuliakan namun hamba itu sendiri. Jika hamba Tuhan pada jaman modern tidak dipenuhi Roh Kudus maka tidak aka nada hal yang luar biasa yang dilakukan atau dapat menjadi panutan kepada jemaat lain. Kita harus belajar dari beberapa hamba Tuhan yang ada dalam Alkitan baik itu dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru dimana mereka memiliki hubungan yang mesra dengan Tuhan sehingga allah juga berkenan kepadanya dan melakukan pekara besar dan tidak bisa kita pikirkan
IV. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari pemaparan di atas, definisi kata Roh di dalam Alkitab berasal dari kata Ibrani ruah yang berartikan angin (Kel. 10:13) atau napas (kej.6:17), atau kuasa ilahi (Yeh.39:9 dst.) dan didalam Bahasa Yunani pneuma mempunyai arti luas. Roh itu datang dari api (Mat 3:11), Roh datang atas murid-murid pada hari pentakosta menyerupai api (Kis. 2:3) tetapi kedengarannya seperti angin (pneuma). Pengertian hamba berkatian dengan jati diri orang percaya yang sudah ditebus oleh Tuhan sehingga disebut hamba Tuhan, meskipun dalam kekristenan lebih dikenal sebagai istilah “anak Tuhan”. Nabi-nabi yang penulis paparkan di atas menyaksikan bahwa mereka berkata-kata dan menulis adalah sebagai hasil dari Roh Allah yang memimpin dan memnuhi mereka.
V. Daftar Pustaka
A. Sumber Buku
Browning, W.R.F., Kamus Alkitab, Jakarta: Gunung Mulia, 2014
Dumn, J.D.G., “Spirit, Holy Spirit” The Illustrated Bible Dictionary part 3, Leicester: Inter-Varsity, 1980
Hildebrandt, Wilf An Old Testament Theolgy of the Spirit of God, Massachusetts: Hendrikson Publisher, 1995
Hunter, A.M., Memperkenalkan Teologi Perjanjian baru, Jakarta: Gunung Mulia, 2004
Miswanto, Agus, Agama, Keyakinan dan Etika, Magelang: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Studi Islam Universitas Muhammadiyah, 2012
OFM, C. Groenen, Kirab Suci tentang Roh Kudus dan Hubungannya dengan Allah Bapa dan Anak Allah, Yogyakarta: Kanisius, 1982
Purnomo, Aloys Budi, Roh Kudus Jiwa Gereja yang Hidup, Yogyakarta: Kanisius, 1998
Sagala H. Yetty, Aku ini adalah Hamba Tuhan, Bandung: Artikel STT Bandung
Soedarmo, R., Ikhtisar Dogmatika, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010
Tangkela’bi, Medianto, PNEUMATOLOGI Fungsi dan Peran Roh Kudus dan Jenis-jenis Pekerjaan Roh Kudus, Toraja: STAKN Toraja
Tong, Stephen, Allah Tritunggal, Lembaga Reformed Injili Indonesia, 1993
Tony, Daud, Dunia Roh, Jakarta: Betlehem Publisher, 2002
B. Sumber Internet
https://www.researchgate.net/publication/337608971_TELUSUR_KARYA_RUAKH_ROH_DALAM_PERJANJIAN_LAMA
https://www.sarapanpagi.org/roh-kudus-dalam-pl-dan-roh-kudus-di-pb-dan-di-dalam-umat-vt65666.hyml
https://salitsimalem.blogspo.com/2016/04/peranan-roh-allah-bagi-hamba-tuhan.html?m=1
https://hindualukta.blogspot.com
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Roh
https://id.m.wikipedia.org/wiki/spiritualisme Diakses pada 16/09/2020
[1] W.R.F. Browning , Kamus Alkitab, (Jakarta: Gunung Mulia, 2014), 386
[2] https://id.m.wikipedia.org/wiki/Roh Diakses pada 15/09/2020 pukul 11:42
[3] https://www.KBBIOnline.org.id Diakses pada 15/09/2020 pukul 11:44
[4] H. Yetty Sagala, D.Th.,D.Min, Aku ini adalah Hamba Tuhan, (Bandung: Artikel STT Bandung)
[5] W.R.F. Browning , Kamus Alkitab, 131
[6]https://www.researchgate.net/publication/337608971_TELUSUR_KARYA_RUAKH_ROH_DALAM_PERJANJIAN_LAMA Diakses pada 15/09/2020 pukul 12:59
[7] J.D.G. Dumn, “Spirit, Holy Spirit” The Illustrated Bible Dictionary part 3, (Leicester: Inter-Varsity, 1980), 1478-1483
[8] Hildebrandt, Wilf An Old Testament Theolgy of the Spirit of God, (Massachusetts: Hendrikson Publisher, 1995), 4
[9] https://www.sarapanpagi.org/roh-kudus-dalam-pl-dan-roh-kudus-di-pb-dan-di-dalam-umat-vt65666.hyml Diakses pada 15/09/2020 pukul 10:54
[10] Ibid., Diakses pada 15/09/2020 pukul 11:05
[11] Medianto Tangkela’bi, PNEUMATOLOGI Fungsi dan Peran Roh Kudus dan Jenis-jenis Pekerjaan Roh Kudus, (Toraja: STAKN Toraja), 5
[12] R. Soedarmo, Ikhtisar Dogmatika, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010),125
[13] R. Soedarmo, Ikhtisar Dogmatika,125
[14] Ibid., 125
[15] Medianto Tangkela’bi, PNEUMATOLOGI Fungsi dan Peran Roh Kudus dan Jenis-jenis Pekerjaan Roh Kudus, 3
[16] Stephen Tong, Allah Tritunggal, (Lembaga Reformed Injili Indonesia, 1993),2
[17] C. Groenen OFM, Kirab Suci tentang Roh Kudus dan Hubungannya dengan Allah Bapa dan Anak Allah, (Yogyakarta: Kanisius, 1982), 22
[18] A.M. Hunter, Memperkenalkan Teologi Perjanjian baru, (Jakarta: Gunung Mulia, 2004), 70
[19] Aloys Budi Purnomo, Roh Kudus Jiwa Gereja yang Hidup, (Yogyakarta: Kanisius, 1998), 13
[20] Agus Miswanto, Agama, Keyakinan dan Etika, (Magelang: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Studi Islam Universitas Muhammadiyah, 2012), 13
[21] Ibid., 14
[22] https://hindualukta.blogspot.com Diakses pada 15-09-2020 pukul 13:04
[24] Daud Tony,Dunia Roh, (Jakarta: Betlehem Publisher, 2002),27-28
[25] https://salitsimalem.blogspot.com/2016/04/peranan-roh-allah-bagi-hamba-tuhan.html?m=1 diakses pada 19/09/2020 pukul 14.05
Tidak ada komentar:
Posting Komentar