Jumat, 16 April 2021

Arti dan makna Pelaksanaan misi Allah/mission Dei di tengah-tengah kehidupan gobal yang mengalami krisis global

 


Arti dan makna Pelaksanaan misi Allah/mission Dei di tengah-tengah kehidupan gobal yang mengalami krisis global (tinjauan biblika,sistematika, historika, misiolog, dan misi agama gama lain)

I.                   Latar belakang masalah

 Gereja mempunyai misi untuk memberitakan misi ke seluruh dunia yaitu memberitakan injil, yang dimana saat ini para pelayanan memliki kesalahpahaman dalam memaknai misi gereja karena gereja tidak hanya pada pelayanan pemberitaan misi semata tetapi lebih kepada bagaimana gereja menjawab tantangan gereja dan kebutuhan manusia secara umum, dimana nya salah satu pergumulan manusia pada saat ini merupakan krisis global. Pada saat ini kita sedang atau berada di krisis global dan itu merupakan dari tantangan manusia dalam mempertahakan kekeristenan di tengah-tengah perkembangan zaman, selaku pengikut kristus harus siap menghadapi itu semua, oleh karena itu maka kita harus patut mempersiapkan diri dengan mengetahui misi Allah dan bagaimanacara memepersiapakan diri atau menghadapi  krisis global di tengah kehidupan kita,seminar pun kan mempersentasikan bagaiamana pelayanan gereja atau mission dei tengah kehidupan saat ini terutama di era Krisis Global pada saat ini.

II.                Pembahasan

2.1. Arti dan makna pelaksanaan misi Allah atau Mission Dei

Misi dalam PL Menurut Arie mengenai pemanggilan Abraham dan keturunannya dan juga misi dalam PL, pelaksanaan misi Allah yaitu agar seluruh bumi diselamatkan, dan keluar dari kegelapan dan berpaling menuju terang yang ada pada Allah Israel. [1] Pelaksanaan misi terfokus kepada aktivitas penyelamatan dari Allah yang secara dinamis menyelamatkan manusia berdosa. Secara teologis arti pelaksanaan misi Allah sebagai konsep yang telah diparafrasekan sebagai a. penyebaran Firman b. Perluasan pemerintahan Allah c. pertobatan orang-orang kafir d. Pendirian jemaat-jemaat baru. [2]Makna Misi Allah adalah membangun  satu persekutuan dengan orang-orang lain dalam kuasa kasih Allah. [3] mission juga dapat berarti pengutusan Tuhan, dimana mission beranjak dari hati Allah ke dalam dunia ciptaan-Nya, mission adalah rencana pengutusan Allah (Mission dei) yang kekal untuk membawa syalom kepada dunia dan segenap ciptaan-Nya,[4] Mission Dei  merupakan titik tolak dalam memulai penyelidikan tentang hakekat misi.[5]

 

2.2. Arti dan makna pelaksanaan misi Allah tinjaun biblika

2.2.1.      Pelaksanaan misi Allah dalam PL

Dalam kitab kejadian 1:28, Adam diberi mandat misi untuk memenuhi, menguasai, dan menaklukkan bumi bagi kemuliaan Tuhan. Tuhan memberi mandat untuk dilakukan Adam dalam mewujudkan damai sejahtera atau syalom bagi bumi dan segala isinya.[6]pemberian mandat dan tanggung jawab dari Allah kepada orang yang telah dipilih-Nya merupakan tugasdan misi untuk kesejahteraan umat manusia dan segala ciptaan-Nya.Allah dalam karya-Nya tentu melibatkan manusia sebagai rekan kerja untuk mewujudkan damai sejahtera bagi semua ciptaan-Nya. Dalam kitab Kejadian 12 dijelaskan tentang pemanggilan Abram untuk dari negerinya dan kaum keluarganya demi mewujudkan misi Allah, yaitu menjadi berkat bagi semua bangsa di bumi.[7] Dalam kitab 1 Samuel 3: 10 dikatakan “berbicara lah sebab hambamu ini mendengar” Ayat ini menegaskan respon Samuel menyampaikan berita pembebasan bagi bangsa Israel dan hukuman bagi imam Eli dan keliarganya.

Samuel dipanggil Tuhan untuk melaksanakan misi Allah, yaitu hukuman kepada keluarga Eli karena dosa dosa anak nya dan samuel menjadi nabi Israel. Pemanggilan seseorang untuk menyampaikan nubuat dan berita baik pembebasan maupun hukuman, merupakan cara Tuhan melibatkan umat-Nya untuk melaksanakana misi Allah untuk ini.

Yunus dipanggil Tuhan ke Niniwe menyampaikan hukuman Tuhan agar orang-orang Niniwe bertobat dan berbalik kepada Tuhan (Yun.1) panggilan Tuhan Yesus kepada Yunus melaksanakan misi ke Niniwe dimaksudkan agar orang-orang Niniwe bertobat dan tidak dibinasakan. Penolakan atas panggilan dan perintah Tuhan bagi seseorang berdampak negatif karena Tuhan akan menghukum dengan berbagai cara.

Berdasarkan uraian di atas sangat jelas bahwa dalam perjanjian lama misi Allah tela dilaksanakan untuk memberitakan keselamatan dan berkat dari Tuhan kepada semua manusia dan seluruh ciptaan. Allah memanggil orang yang dianggap mampu untuk melakukan misi-Nya agar keselamatan dari Allah dapat dilihat dan dialami orang lain.

2.2.2.      Pelaksanaan misi Allah dalam pb

Injil Matius 28:18-20 menjadi dasar bagi  umat Israel dalam melaksanakan misi bagi orang lain karena pada ayat tersebut tersirat perintah untuk melanjutkan pelayanan dari Yesus Kristus memberitkan injil.[8] Dalam Matius 28:18-20 menjelaskan tiga perintah yang harus dilakukan oleh para murid Yesus untuk melaksanakan pelayanan misi, yaitu, pertama: menjadikan semua bangsa murid Yesus, yaitu : membatsis orang orang yang menerima Yesus Kristus dalam nama Bapa Anak dan, Roh Kudus, dan yang ketiga: mengajarkan mereka segala sesuatu yang telah diajarkan Yesus Kristus. Yesus telah melaksanakan misi Allah, maka murid-murid pun harus melakukan dan melanjutkan misi tersebut.

Sebelum Yesus naik ke surga ia telah berkali kali melakukan pengutusan bagi murid-murid-Nya sebagai cara untuk melatih para murid melaksanakan misi Allah agar mereka tahu dan paham tentang tujuan Yesus datang kedalam dunia ini. Pengutusan murid-murid kepada domba-domba yang hilang dar umat Israel untuk memberitakan kerajaan sorga sudah dekat dan dalam pengutusan tersebut ada kuasa dan tugas yang diberikan, yaitu menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mentahbirkan orang kusta dan mengusir setan setan, sebab mereka telah menerima dengan Cuma Cuma (mat 10 :5-15). Ayat ini menjelaskan Yesus mengutus dua belas murid atau rasul untuk memberiatahukan kerajaan sorga.

Misi penyembuhan juga dilakukan oleh seseorang yang disembuhkan Yesus dari Roh jahat di geresa dimana Yesus mengutusnya kembali ke kampungnya untuk memberitakan bagiamana Allah melkukan perbuatan yang besar kepadanya (Mrk 5 :19-20). Pelayanan serupa dilakukan oleh paulus ketika sudah bertobat dari kejahatan yang mengejar dan membunuh pengikut Yesus, Rasul Paulus melakukan pemberitaan injil ke berbagai daerah.  Misi yang dilakukan Gereja harus berpusat pada Yesus Kristus yang sebagaimana kitab ang 1 Korintus 15 :1-4, bahwa “dan sekarang, saudara-saudara, aku mengingatkan kamu kepada injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang didalamnya kamu telah berdiri. Oleh karena injl itu kamu diselamatkan, asal kamu berpegang teguh padanya, seperti yangtelah kuberitakan kepadamu- kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya, sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah aku terima sendiri, ialah bahwa kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan kitab suci.” Dari ayat ini paulus menekankan betapa pentingnya berpegang teguh pada injil Yesus Kristus yang telah berkorban bagi manusia. Misi adalah tanggung jawab semua orang percaya kepada Yesus Kristus sebagai respon atas karya keselamatan yang telah diterimanya. Pemberitaan injil tidak hanya dilakukan oleh orang-orang profesional saja, tetapi kaum awam juga dapat melaksanakannya sebagaimana dijelaskan dalam kitab kisah para rasul 11:19-21, bahwa menyatakan misi-Nya dan siapapun yang dengan iklas memberitakan karya-Nya di dalam dunia ini  sesuai dengan ayat di atas

 

2.3. Arti dan makna pelaksanaan misi Allah tinjauan sistematika

Kata “sistematika” berasal dari kata sustematikos, artinya penempatan/penyusunan secara tepat, artinya penempatan/penyusunan secara tepa. Sistematika menunjuk pada sesuatu yang ditempatkan dalam sistim. Oleh karena itu teologia sistematika berarti pembagian teologia ke dalam sistim yang menjelaskan berbagai bidang. Contohnya, banyak kitab dalam Alkitab yang memberi informasi mengnai malaikat. Tidak ada satu kitab pun yang memberi semua informasi mengenai malaikat dari semua kitab kitab dalam Allkitab dan mengaturnya ke dalam suatu sistim, angelologi. Inilah yang dilakukan okeh teologia sistematika-mengatur pengajaran-pengajaran Alkitab ke dalam berbagai kategori. Teologi sistematik atau sistematika teologi adalah upaya menyusun teologia-teologia yang membentuk doktrin yang diajarkan oleh Alkitab tersusun atas teologia-teologia yang membentuk doktrin. Doktrin yang diajarkan oleh Alkitab tersusun atas Teologia-Teologia dari masing-masing penulisAlkitab (PL-PB) .[9]

2.4. Arti dan makna pelaksanaan misi Allah tinjauan historika

Pemahaman mengenai panggilan misi telah berkembang sepanjang eras misi modern. Pada awalnya, pemahaman tentang panggilan misi yang sangat senderhana, adalah keinginan untuk pergi dua-dua dengan hasrat pribadi, yaitu dengan ketaatan plus hasrat. Detail-detail mengenai dimana saja, dengan lembaga yang dimana, strategi-strategi dan metode-metode diserahkan kepada pilihan individu, dan keadaan-keadaan. Selama beberapa era dari sejarah misi modern, para pemikir menyatukan detail detailini ke dalam pandangan mereka, tentang sifat dasar dan luas bentangan dari pangilan itu, yang pada gilirannya mempengaruhi pemahaman dari panggilan misi di era berikutnya di abad-abad pertama jemaat mula-mula, pemahaman tentang panggilan misi tidak pernah diartikan dengan jelas, meskipun sejarahwan misi kenneth scot latoourette mengatakan, “profesi itu kelihatannya yang telah dimaksudkan sebagai sebuah frofesi” yang kepadanya manusia dipanggil oleh Roh Kudus, dan bukan bukan oleh manusia. Dibawah pengarahan dari Roh Kudus, mungkin mempersiapkan mereka, untukdipakai atau mengenali panggilan mereka.[10]

2.5. Arti dan makna pelaksanaan misi Allah tinjauan misiologi

misi gereja adalah kegiatan-kegiatan gerejawi yang dilaksanakan untuk mencapai cita-cita yang dinyatakan oleh Yesus, yaitu “agar tidak ada  kawanan domba yang terhilang, agar semunya diselamatkan dan semuanya menjadi satu”.[11] Ketika Tuhan Yesus menyelesaikan tugas-Nyadi dunia ini, ia dan murid-murid beserta pengikut-Nya kemudian berkumpul di suatu bukit yang disebut bukit Zaitun dan memberikan tugas yang cukup berat kepada pengikut-Nya, “Jadikanlah semua bangsa murid-Ku, beritakanlah Injil ke seluruh bumi (bnd Mat28:18-20, Mrk 16:15, Luk 24 :27-28; Yoh17 : 18,20:21 Kis 1:8 )”. Keterpanggilan gereja kedalam dunia ini merupakan tugas atau amanat agung dalam mengemban tugas dan pelayanan.[12] Gereja harus mampu menjalankan visi dan misi dari Allah kepada dunia. Gereja mewujudkan injil diantara suku dan bangsa secara efektif dan menarik perhatian orang-orang percaya dan membentuk persekutuan dan atau jemaat, mendidik atau menuntun ke iman yang kokoh, melatih jemaat dalam hal pekabaran injil serta mengajarkan amanat Yesus kepada setiap jemaat supaya siap untuk diutus menjadi duta-duta Kristus ke seluruh dunia.

1.      Marturia  (kesaksian)

Sebagai umat pilihan Allah adalah wajib memberitakan kepada orang lain segala perbuatan Tuhan yang telah memanggil kita kepada-Nya (Band 1 ptr2:9-10). Bersaksi adalah sesuatu yang wajib bagi umat ketebusan Allah, memberi kesaksian terhadap orang lain atas segala sesuatu yang Tuhan nyatakan dalam kehidupan gereja.[13] Oleh karena itu dalam mengemban tugas dan tanggungjawab sebagai umat pilihan sudah seharusnya menampakkan wujud dari panggilan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, melalui sikap hidup, tutur kata serta seluruh aspek kehidupannya. Dengan demikian gereja adalah saksi Kristus di engah-tengah dunia.

2.      Koinonia(persekutuan)

Dalam kehidupan beriman gereja, tidaklah efektif bila tidak disertai dengan kehidupan dalam persekutuan, karena dalam persekutuan hubungaan dengan sesama semakin dibangun, hunungan sosial menjadi baik ketika aktif dalam persektuan.[14] Umat pilihan yang telah dipersatukan dalam Kristus dalam hendaknya saling memperhatikan dalam artian bahwa gereja yang telah dipersatukan tersebut hendaknya saling mendukung,saling memberikan motivasi, saling memberikan pengharapan serta saling menguatkan dalam menjalani hubungan ini.

3.      Diakonia(pelayanan)

Secara harafia kata”diakonia” berarti memberi pertolongan atau pelayanan. Kalau diartikan secara luas, diakonia berarti semua pekerjaan yang dilakukan dalam pelayanan bagi kristus dalam jemaat, untuk membangun dan memperluas jemaat oleh mereka yang dipanggil pejabat dan oleh anggota jemaat biasa. Serta diakonia dalam artian yang khusus yaitu memberikan bantuan kepada semua orang yang mengalami kesulitan dalam kehidupan masyarakat.[15] Sebagaimana yang dikatakan Yesus bahwa “Anak manusia tidak datang untuk dilayani melainkan untuk melayani”, begitu pun gereja hadir di tengah-tengah dunia ini. Artinya bahwa kehadiran gereja di dunia ini bukan unuk menjadi pengemis atau minta dilayani melainkan melayani. Gereja harus tanggap melihat realita yang terjadi, prihatin, dan kepedulian terhadap orang lain yang membutuhkan bantuan. Tampil dalam pelayanan sebagai wujud pelayanannya dan wajud iman kepada Tuhan.

4.      Pengajaran

 Misi pengajaran dengan jelas disampaikan Yesus, bahwa “Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Mat.28:20). Misi ini dimanatkan kepada semua orang tanpa memandang siapapun, dimanatkan untyk mengajrkan ajaran Yesus. Oleh sebab itu diajurkan untuk belajar dengan baik agar mengajarkan yang baik pula.[16]

2.6. Arti dan makna pelaksanaan misi Allah tinjauan agama-agama lain

Misi merupakan kegiatanGereja yang bersumber pada Allah dan kehendak penyelematan-Nya. Pada pokonya misi bukan suatu lembaga, tetapi pertama tama adalah karya Roh Kudus. Pengutusan “Sang Sabda” yangmenjadi daging adalah awal (cikal bakal) misi. Pengertian mengenai misi di dalam “perintah perutusan” seperti yangtercantum pada Matius 28;18-20secara terperinci misi bagi kita semua adalah :

1.      Perurutasan duta-duta iman kristen kepada orang-orangbukan kristen

2.      Karya sesuai perurutan ini, yakni menjadikan orang murid (kristus), menjadikan kristen, tugas yang di emban dan dilaksanakan oleh utusan-utusan Allah demi pengkeristenan orang orang dan bangs bangsa non-kristen

3.      Hasil dari karya ini, yakni menjadi murid dan

4.      Dunia non-kristen

Berbicara tentang misi sebagai dunia non-kristen dan tidak mengenai daerah misi yang sering dilawankan dengan “tanah kristen”.misi sebagai proses pembentukan “suasana” kristen dan tidak sebagai lingkup geografis. Hal ini sesuai dengan gambarannya tentang tujuan misi ialah “pengkristenan” dengan macam-macam pengertian sperti pertobatan orang-orang bukan kristen.pertobatan berarti membuat keputusan dihadapan dan bagi Kristus,tampa harus melepaskan seluruh sejarah masa lampau. Pertobatan dalam karya misi berbeda dengan pertobatan orang orang yang telah dibabtis. Didalam karya misi, pertobatan orang-orang yang telah dibabtis. 

2.7. Krisis global

Krisis global adalah peristiwa dimana seluruh sektor  dunia mengalami keruntuhan (keadaan gawat) dan mempengaruhi sektor lainnya di seluruh dunia. Dalam AlkitabTuhan Yesus memberikan pengajaran, teladan, dan mandat kepada murid-muridNya yang pada masa itu yang merupakan bagian dari masyarakat Palestina, dimana mereka  menghadapi keadaan krisis keterbatasan, ketertekanan, penindasan, penolakan, kemiskinan, identitas, dan moral. Namun di tengah-tengah kondisi krisis seperti itu Tuhan justru menganugerahkan kesempatan bagi mereka untuk menjadi saksi-saksiNya. Tuhan tidak berjanji untuk memulihkan dulu keadaan bangsa Israel baru kemudian mereka mampu menjadi saksi-saksiNya. Kerinduan, doa dan pengharapan mereka untuk pemulihan dan kemerdekaan baru dijawab pada tahun 1947 ketika Israel merdeka sebagai satu negara. Itu berarti lebih dari 1900 tahun kemudian. Dari sinilah titik tolak misi para rasul, yaitu dalam Misi di Tengah Krisis Multidimensi. keadaan krisis dimensi ekonomi, ideologi, budaya, dan politik, atau krisis multidimensi.

Misi tidak dimulai dengan modal kebesaran, kekayaan, kemegahan gereja, anggota jemaat yang banyak, tetapi dari situasi krisis keterbatasan, ketertekanan, penindasan, penolakan, kemiskinan, identitas, dan moral. Pada era globalisasi, perkembangan teknologi informasi, multimedia, telekomunikasi, transportasi serta perdagangan internasional semakin tidak terbendung dan menimbulkan dampak ambivalensi.

Dampak positif yang dapat diperoleh, misalnya adanya perdagangan online, jaringan internet di setiap tempat, transportasi online, dan lain sebagainya. Dampak negatif yang dapat kita lihat misalnya akses pornografi, games on line yang berdampak buruk bagi anak-anak, berkurangnya kesempatan kerja, penipuan melalui media sosial, dan lain sebagainya.[17]

 

2.8. Mission dei di tengah-tengah global mengalami krisis global

Missio Dei artinya pernyataan diri Allah sebagai Dia yang mengasihi dunia, keterlibatan Allah di dalam dan dengan dunia, sifat dan kegiatan Allah. [18]Misi Kristen adalah Misi Allah ( Missio Dei ) yang berarti memberitakan kabar baik; mentransformasikan budaya ; membagikan keadilan bagi orang miskin, menjadi saksi diantara agama-agama dunia, membangun  perdamaian di dunia  kekerasan , dimana semua ini dilakukan dalam kemitraaan. Ada banyak contoh krisis yang dialami oleh umat Tuhan. Dalam PL dan PB Salah satu diantaranya di PL  yaitu tentang Yusuf. Yusuf mengalami krisis, dibenci saudara-saudarnya, menjadi budak di negeri orang, dipenjara namun itu semua merupakan jalan bagi kesempatan dia menjadi orang yang mempunyai kuasa di Mesir (Kej 37-43). Kisah lain lagi seorang ibu mengalami sakit pendarahan, suatu krisis yang panjang selama 12 tahun. Kemudian ia pergi kepada Tuhan Yesus, walau ia hanya mempunyai kesempatan menyentuh ujung jubah-Nya saja, ia menjadi sembuh karena iman  dan  Sang Mesias memberi pujian kepadanya “Imanmu menyelamatkan engkau”  (Mat 9:20-22). [19]

Ketika kita hidup di tengah krisis atau masa kesesakan, keputusasaan akan membelenggu hidup kita. Kecenderungan manusia selalu mengandalkan logika berpikir dan pemikiran ilmiah untuk menyelesaikannya, namun sering gagal. Bahkan kalau sudah terdesak sering mengandalkan pemerintah, pemimpin gereja, dan orang-orang hebat lainnya yang mungkin dapat bertindak salah dan gagal. Sebagai orang beriman, tetap pengharapan itu selalu ada di dalam Tuhan (Maz. 146: 3, 5) karena Dia tak pernah gagal. Nolan mengatakan bahwa Pengharapan Kristen adalah pengharapan yang diajarkan Yesus kepada kita untuk sepenuhnya bergantung pada pekerjaan Allah dalam segala sesuatu. Sebagai umat Kristen, dasar pengharapan kita adalah Allah dan objek pengharapan kita adalah kehendak Allah.[20] Karena Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikanNya bagi orang percaya ketika menghadapi kesesakan. Inilah misi Allah bagi setiap umat tebusanNya. Munroe, Sebagai orang percaya waktu yang dipenuhi krisis adalah juga waktu yang dipenuhi dengan kemenangan. Seseorang bisa bangkit atas krisis apapun dan menjadi lebih dipersiapkan untuk menghadapi krisis berikutnya.

Misi dimulai bukan dengan menunggu sampai gereja menjadi besar dahulu, mapan dan jumlah anggotanya banyak. Jemaat mula-mula hanyalah suatu persekutuan kecil yang terdiri dari beberapa orang saja, yaitu para murid dan anggota keluarga Tuhan Yesus (Kis. 1:13-14). Sesungguhnya, dasar pelaksanaan misi bukanlah uang atau kekuasaan atau kemapanan, tetapi Amanat Agung Tuhan Yesus, hati Tuhan Yesus untuk dunia ini. Tuhan Yesus tidak berkata kalau kamu sudah kaya dan mapan barulah kamu melakukan pekerjaan misi. Dia berkata dalam Kisah Para Rasul 1:8 ”... kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, kamu akan menjadi saksiKu”. Hal ini menunjukkan bahwa ’Roh Kudus menjadi penggerak misi’ orang percaya dan kuasaNya menjadi sumber daya misi sejati. Karunia-karunia Roh Kudus diberikan untuk memperlengkapi orang percaya dalam pelayanan misi agar nama Tuhan Yesus dipermuliakan dalam keadaan apapun, di manapun dan kapanpun. Bukan hanya ketika merasa senang dan nyaman saja, tetapi juga ketika kegelapan yang pekat dan krisis yang berkepanjangan yang seakan tiada hentinya.[21]

 

III.             Analisa penyeminar

Tugas misioner gereja adalah tugas perurutusan untuk memberikan injil yang diberikan seseorang untuk melakukan sukacita. Tujuan dari tugas misioner gereja adalah sama. Artinya bahwa gereja yang bermisi adalah gereja yang bertumbuh sesuai dengan amanat firman Tuhan dengan kata lain bahwa landasan gereja adalah firman Tuhan. Misi sangatlah penting karena merupakan amanat Agung Yesus kristus yang langsung disampaikan kepada murid-murid-Nya, Misi sebagai tanggung jawab semua orang percaya kepada Yesus Kristus sebagai respon atas karya keselamatan yang telah diterimanya Allah dalam menyatakan kuasa-Nya melalui tuntutan Roh Kudus  tidak memandang siapa pun yang akan dipakainya menyatakan misi-Nya dan siapapun dengan iklas memberitakan injil, mengjangkau setiap orang masuk ke dalam persekutuan yanghdiupnya akan menjadi keteladan seperti lewat perkataan, perbuatan dan tindakan. Gereja adalah suatu komunitas dalam respon terhadap mission dei yang memberikan kesaksian tentang kegiatan Allah di dunia ini melalui pemberitaan kabar baik mengenai Yesus kristus dalam ucapan dan tindakan,

IV.             Kesimpulan

 krisis soal Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa Misi tidak dimulai dengan modal kebesaran, kekayaan, kemegahan gereja, anggota jemaat yang banyak, tetapi justru dari tengah situasi kemiskinan dan krisis. Di tengah krisis multidimensi yang melanda umat Tuhan maupun masyarakat dunia diperlukan kegiatan misi untuk penjangkauan agar tidak terhanyut dalam masalah lebih besar. Misi dalam Perjanjian Lama dimulai dari pemanggilan Abraham untuk pergi dari sanak saudaranya dan meninggalkan dunia orang kafir untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Seluruh Perjanjian Baru merupakan dokumen tentang misi Kristus. Krisis dapat menjadi titik balik bisa menuju ke arah perbaikan atau kehancuran tanpa penyelesaian dan harus dihadapi oleh umat Kristen dan diatasi baik secara internal maupun eksternal.

Semua umat Tuhan adalah partisipan, bukan korban, di tengah krisis multidimensi dan inipun menjadi pengalaman baik bagi kehidupan umat Allah. Umat Kristen berpengharapan dan bergantung pada pekerjaan Allah dalam segala sesuatu karena Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikanNya bagi orang percaya ketika menghadapi kesesakan. Kehidupan orang percaya dipenuhi dengan krisis karena pada waktu yang sama di situ juga waktu yang dipenuhi dengan kemenangan. Seseorang bisa bangkit atas krisis apapun dan menjadi lebih dipersiapkan untuk menghadapi krisis berikutnya. Mobilisasi atau pengerahan semua jemaat gereja lokal dalam menjangkau jiwa-jiwa yang belum diselamatkan oleh Injil Yesus Kristus merupakan wujud pekerjaan misi di tengah krisis multidimensi yang melanda dunia.

V.                Daftar pustaka

Ambarita, Darsono Perspektif Misi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru Meda:Pelita Kebenaran Press, 2018

David J. Bosch, Transformasi Misi Kristen, Jakarta:BPK,GM,2005  

David Sills, M., penginjilan misi, surabaya :momentum,2015

Hadiwijono, Harun, iman kristen, Jakarta;BPK-GM,2007

Hosea, Amos, Memobilisasi Jemaat Bagi Penjangkauan, Jurnal Teologi Gnosis, No.4, 2004 Bagus Surjantoro, Hati Misi Yogyakarta: Andi Offset, 2005

J Bosch, David, Transformasi Misi Kristen Jakarta: BPK-GM, 2005

J. Elbers, Veronika, gereja misioner,malang:literatur SAAT,2015

Nolan, Harapan di Tengah Kesesakan Masa Kini: Mewujudkan Injil Pembebasan (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011

Noordegraaf, A., orientasi diakonia gereja,Jakarta’ BPK-GM, 2004

Proyek pembinaan calon tenaga kependidikan,Agama Kristen, jakarta,departement agama RI,2003

Song, C.S., Teologi Cerita dari Perspektif Asia Jakarta: Gunung Mulia, 1999 

Tanya, Eli, Gereja dan Pak,Jakarta: Agiamedia ,1999

Tomatala, Y., pengjilan masa kini, malang: Gandum Mas,2004

 

 

 

Sumber tambahan :

https://www.google.com,  diakses kamis, tanggal 11 Oktober 2020, pukul 23.30 WIB.

https://www.google.com, diakses kamis, tanggal 11 Oktober 2020, pukul 23.30 WIB.

https://www.google.com/search?q=pengertian+krisis+global+adalah&oq=pengert&aqs, diakses kamis, tanggal 11 Oktober 2020, pukul 23.30 WIB.

 



[1] Darsono Ambarita, Perspektif Misi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Meda:Pelita Kebenaran Press, 2018), 23-25. 

[2] David J.Bosch, Transformasi Misi Kristen (Jakarta: Gunung Mulia, 2005), 1.

[3] C.S.Song, Teologi Cerita dari Perspektif Asia ( Jakarta: Gunung Mulia, 1999), 30. 

[4] David J. Bosch, Transformasi Misi Kristen, (Jakarta:BPK,GM,2005),hlm 15.  

[5] Ibid,hlm 27

[6] Y. Tomatala, pengjilan masa kini, (malang: Gandum Mas,2004),hlm 7.

[7] M. David Sills,penginjilan misi, (surabaya :momentum,2015), hlm 45.

[8] Veronika J. Elbers, gereja misioner,(malang:literatur SAAT,2015), hlm 1.

[9] https://www.google.com,  diakses kamis,11-12 wib.

[10] https://www.google.com, diakses kamis, 13-14, wib

[11] Proyek pembinaan calon tenaga kependidikan,Agama Kristen, (jakarta,departement agama RI,2003)hlm 14 

[12] Harun Hadiwijono, iman kristen, (Jakarta;BPK-GM,2007), hlm 50.

[13] Eli Tanya, Gereja dan Pak,(Jakarta: Agiamedia ,1999),hlm 10.

[14]  Ibid, hlm 11

[15] A. Noordegraaf, orientasi diakonia gereja,(Jakarta’ BPK-GM, 2004) ,hlm 2

[16] Proyek pembinaan calon Tenaga kependidikan, op cit, hlm 15.

[17] https://www.google.com/search?q=pengertian+krisis+global+adalah&oq=pengert&aqs, diakses pada tanggal 11 Oktober 2020, pukul 23.32 WIB.

[18] David J Bosch, Transformasi Misi Kristen (Jakarta: BPK-GM, 2005), 15.

[19]  Bagus Surjantoro, Hati Misi (Yogyakarta: Andi Offset, 2005), 5. 

[20]  Nolan, Harapan di Tengah Kesesakan Masa Kini: Mewujudkan Injil Pembebasan (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011), 13. 

[21]  Amos Hosea, Memobilisasi Jemaat Bagi Penjangkauan, Jurnal Teologi Gnosis, No.4, (2004),  65. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar