Kamis, 10 Oktober 2019

Rindu situmeang.Dua Aspek Kristus

Nama : Rindu Roito situmeang
Nim : 16.01.1440
Ting/Jur : II-B/ Teologi
M. Kuliah : Dogmatika I
Dosen : Pdt. Pardomuan Munte M. Th

Dua Aspek Kristus: Upaya Mengungkapkan Siapa Yesus yang Sebenarnya
a. Yesus yang Historis/ Sejarah/ Insani
b. Yesus yang diimani/ dikotbahkan/ilahi

I. Pendahuluan
Suatu hal yang menarik perhatian, bahkan mungkin menimbulkan keheranan, bahkan sekarang, hampir dua ribu tahun sesudah yesus lahir. Dalam mengunggkapkan siapa yesus yang sebenarnya kita akan mencoba menemukan dua aspek yakni yesus yang historis/sejarah/insani dan Yesus yang diimani/dikotbahkan/ilahi. Pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang upaya  mengungkapkan siapa yesus yang sebenarnya, dimana yesus yang historis dan diimani, ini mencakup tentang kelahiran, pelayanan sampai kepada kebangkitan yesus. Semoga sajian kali ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
II. Pembahasan
2.1. Siapa Yesus yang sebenarnya (Historis)
Setelah berabad-abad SM yesus merupakan nama pribadi yang lazim digunakan untuk nama  pria yahudi. Yesus merupakan bentuk latin terjemahan yunani atas kata “ Yosua atau Yehosua” dalam bahasa Ibrani, Yang berarti keselamatan itu adalah Yahwe. Yosua adalah penganti musa, yang memimpin pasukan Israel ketika mereka menduduki kanaan.  Kesaksian tentang yesus kritus sebagaiman diberikan oleh penulis-penulis Perjanjian Baru. Bila kita menyelidikinya, selalu kita temukan dua segi. Yang pertama: yesus orang nazaret itu benar-benar tergolong kepada kita manusia dan menjadi manusia seperti  kita (namun dengan tiada berdosa). Ia lahir dari seorang perempuan (Gal 4:4). Ia mengenal lapar dan haus ( Mat 4:2; Yoh 19:28). Yang kedua: yesus itu benar-benar tergolong kepada Allah. Nama “Yesus” merupakan bentuk Yunani dari nama Ibrani “Yosua” artinya “TUHAN menolong”. Dialah jurus selamat, yang datang dari Allah untuk menyelamatkan dunia dan manusia (Mat 1:21). Dialah kristus (Ibraninya “Masyiah” artinya Mesias), yaitu dia yang diurapi oleh Allah menjadi Nabi dan Imam dan Raja yang tiada taranya.  Kadang sukar sekali untuk memikirkan tentang rahasia Yesus, akal manusia tentu tidak akan dapat memecahkannya. Menurut rasul Paulus: Tuhan Yesus Kristus adalah Allah, yang sudah mengonsong dirinya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia dan di dalam keadaan sebagai manusia Ia merendahkan diriNya dan taat samapai mati di kayu salib (Fil 2:6-8). Rasula Yohannes mengatakan bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah firman Allah, yang pada mulanya bersama-sama dengan Allah dan firman itu adalah firmaan Allah, tetapi yang telah menjadi manusia dan diam diantara kita, penuh kasih karunia dan kebenaran (Yoh 1:1, 14).  Dalam diri yesus itu Allah menjadi manusia dalam arti sepenuh-penuhnya, penjelmaanNya (inkarnasiNya) bukan yang di buat-buat, dalam arti seakan-akan Allah hanya meminjam tubuh Yesus untuk beberapa waktu saja. Peristiwa inkarnasi betul-betul suatu inkarnasi yang sejati, bukan dibuat-buat. Dalam diri Yesus terdapat tabiat, baik yang ilahi maupun sungguh-sungguh yang insani.itu jugalah sebabnya gereja selalu bersaksi, bahwa di dalam Yesus dinyatakan manusia yang sejati.

2.2. Siapa Yesus yang Sebenarnya (di Imani)
Bahwa mengenai yesus Kristus, hanya kita ketahui dari isi Alkitab, terlebih dari kesaksian Perjanjian Baru. Kepastian secara historis belum dapat memaksa orang untuk benar-benar percaya kepada kristus artinya untuk percaya bahwa di dalam dia Allah telah mendatangi kita manusia dengan keselamatan yang dari padanya.  Para Penulis Perjanjian Baru itu mau memberikan Interpretasi sifatnya oleh kepercayaan mereka kepada Yesus Kristus sebagai kebenaran yang dari Allah, kebenaran yang bagi mereka telah menjadi kebenaran yang menguasai hidupnya. Percaya kepada Kristus pertama-tama haruslah kita mendengarkan kepada berita atau khotbah Perjanjian Baru, kepada Interpretasi yang diberikan oleh penulisnya. 
Kepercayaan yang di anugrahkan kepada kita oleh Allah sendiri yakni oleh roh kudus yang berkenan bekerja di dalam hati dan hidup kita. Kita percaya kepada Allah dan mempercayakan diri kepadanya oleh sebab roh kudus dengan perantaran Alkitab, membuat berita tentang yesus kristus meresap kedalam hati kita oleh pekerjaan roh kudus kita mengaku aku percaya.

2.3. Makna Yesus yang Historis/Sejarah/Insani
Yesus Kristus, yang kita akui sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, adalah Yesus yang historis. Artinya, yesus yang pernah di lahirkan dan hidup di dunia sebagai manusia.  Bahwa yesus yang historis tampil dengan kuat-kuasa yang luar biasa, yaitu dengan kesadaran yang mewakili Allah berbicara dan bertindak demi keselamatan manusia. Kesadaran diri Yesus yang membuat-Nya berbicara dan bertindak dalam nama Allah, itulah yang dilihat sebagai basis historis pemberitaan kitab-kitab injil.  Didalam sejarah Teologi secara garis besar pertanyaan ini sudah di bahas dalam dua periode. Pada periode pertama dalam abad ke-19 teologi secara optimis bertitik tolak dari keyakinan bahwa melalui metode historis kritis kita dapat menyaring satu inti historis dari tulisan-tilisan Alkitab. Maksud penelitian teologi pada waktu itu adalah untuk membedakan antara apa yang di utarakan para rasul dan tulisannya dengan apa yang diungkapkan oleh Yesus sendiri dalam hidupnya. Dalam periode kedua teologi abad ke-20 menformulasikan kembali pertanyaan tentang Yesus yang historis. Teologi sekarang bertitik tolak dari pemahaman bahwa kitab-kitab injil tidak laporan historis, melainkan sesuai dengan khotbah dan pemberitaan. 
2.4. Makna Yesus yang diImani/dikhotbahkan/Ilahi
Kepercayaan Kristen sungguh ada sangkut pautnya dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di tengah-tengah sejarah dunia. Andai kata yesus Kristus tidak di salibkan dantidak bangkit  dari antara orang mati, maka kepercayaan kita tidak akan berarti apa-apa, artinya: kita masih tetap takluk kepada kuasa-kuasa dosa, Iblis dan maut (1 kor 15:12). Tetapi keyakinan itu tidaklah di berikan kepada kita oleh ilmu sejarah, tetapi timbul dari kepercayaan kepada makna dan arti kematian dan kebangkitan kristus, sebagai mana yang di khotbahkan kepada kita oleh para rasul, yang pemberitaannya di sampaikan kepada kita di dalam Alkitab.  Oleh karena iman, kristus telah berdiam dalam hidupnya, oleh karena itu orang beriman bukan bersandar kepada dirinya sendiri, sebab “aku”nya telah di tundukkan oleh kristus, dan kristus telah menjadi Rajanya. Itulah sebabnya maka dalam 2 kor 13:5 rasul paulus berkata, bahwa tetap tegak di dalam iman adalah sejajar dengan “kristus yang ada di dalam orang beriman”. Demikianlah iman adalah cara bereksistensi dari hidup yang baru oleh karena Roh, artinya, hidup yang baru dikuasai Roh kudus itu adalah hidup di dalam iman. 
2.5. Masa kehidupan Yesus
2.5.1. Kelahiran Yesus  Kristus
Alkitab mencatat sejak awal Injil Mateus dan Injil Lukas sudah menyatakannya bahwa kelahiran yesus sejalan dengan maksud Tuhan untuk membebaskan umatNya dan bahwa kelahiranNya itu adalah “Allah yang menjadi manusia”.  Ia yang telah menyatakan dirinya dalam rupa manusia ( 1 Tim 3:16). kata ini menunjukkan bahwa kelahiran Tuhan Yesus adalah suatu kebenaran yang tidak mungkin diselidiki oleh akal manusia tetapi hanyalah iman saja. dengan karyanya yang mengungkapkan kemahakuasaannya Tuhan Allah melahirkan kristus dengan perantaraan Maria.  kelahiran Yesus di Betlehem adalah kelahiran biasa. yesus lahir dari seorang  perempuan (Gal 4:4).
2.5.2. Penderitaan dan Kematian Yesus Kristus
Penyaliban adalah hukuman mati yang di hinakan oleh orang-orang pada saat itu.  Lalu setelah Yesus disalibkan di kayu salib Ia berseru “sudah selesai” (Yoh 19:30), artinya adalah sudah selesai tugas yang diterimanNya ketika Ia dibaptiskan dahulu. Maka kehidupan Yesus semata-mata disifatkan oleh tugasnya selaku hamba-hamba yang menderita.  Alkitab dengan jelas menunjukkan, bahwa kesensaraan Tuhan yesus bukanlah suatu nasib buruk yang menimpanya. Yang dimana kesensaraannya adalah suatu korban, suatu sengsara yang mendamaikan, yang mendatangkan penebusan, yang dimana darah salib kristus telah memperdamaikan segala sesuatu dengan allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di sorga (Kol 1:20), bahwa oleh darahNya kita telah beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa kita (Ef 1:7). Filemon 2:8 menekankan, bahwa kematian kristus adalah suatu kematian tersalib, dimana Gal 3 menyebutkan: “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat, dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “terkutuklah orang yang di gantung pada kayu salib!” Ul 21:23. Oleh karena itu Iman Kristus memiliki penilaian yang baru terhadap maut. Sekalipun orang beriman masih juga harus mati, akan tetapi kematian Kristus adalah pelunasan bagi dosa, menjadi terang yang menyala di tengah-tengah kematian orang beriman. Kematian kristus adalah kematian gandum (Yoh 12:24), yang menghasilkan buah-buahnya.

2.5.3. Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus
Riwayat hidup yesus tidak berakhir pada saat kematiannya. Kebangkitannya dinyatakanlah, bahwa yesus kristus, anak Allah dan Tuhan Kita (Rm 1:4; Kis 2:32). Menurut kesaksian Alkitab, yesus tidak dibangunkan dari kematian semu. Ia benar-benar telah mati. Dan Ia yang bangkit itu bukannya suatu roh, tetapi dapat dilihat sebagai manusia yang bertumbuh.  Akan tetapi tubuh Kristus yang telah bangkit itu adalah suatu bukti bahwa ia telah unggul (menang) untuk selama-lamanya.  Dan pada hari yang ketiga, Ia bangkit dari antara orang mati, kebangkitan itu dapat di pandang sebagai perbuatan Allah Bapa yang telah membangkitkan Kristus. Kebangkitan yesus kristus dinyatakan kmenangannya atas kuasa-kuasa dosa. Sebab dialah yang diserahkan karena dosa kita (Ef 2:1-5; Kol 2:13).   KebangkitanNya bukanlah ciptaan atau buatan manusia, akan tetapi kebangkitannya adalah suatu kenyataan yang tidak dapat di sangkali. Kebangkitan Yesus memiliki arti antara lain:
a. Kebangkitan Yesus adalah bukti dari pihak Allah bahwa Yesus Kristus adalah sungguh-sungguh Anak Allah
b. Kebangkitan Yesus adalah bukti bahwa Yesus Kristus sang Mesias
c. Kebangkitannya adalah proklamasi oleh Allah, artinya membawa perdamaian
d. Menunjukkan banhwa Yesus Kristus lebih kuat dari pada kekuatan dosa atau Iblis
e. Kebangkitan mengartikan bahwa maut telah dikalahkan.

2.5.4. Kenaikan Yesus Kristus
Setelah ia bangkit dari antara orang mati, berkali-kali ia menunjukkan dari mereka itu: ia “naik kesurga”. Artinya ia pulang kembali “ke tempat di mana ia sebelumnya berada” (Yoh 6:62).  Kenaikan yesus ke sorga berarti bahwa yesus kristus mengambil bagian sepenuhnya dalam kemuliaan Allah, dalam kekuasaan dan pemerintahannya, yang dimana menurut kitab-kitab Injil, peristiwa tersebut dapat dipandang sebagai perpisahan. Perpisahan yang dimaksudnya ialah perpisahan kehidupan yesus di dunia telah berakir dan manusia tidak dapat lagi melihat Yesus. Namun kita percaya dan kita tergolong kepada orang-orang beriman yang “tidak melihat” namun percaya kepadaNya (Yoh 20:29; 2 Kor 5:6-7, 16).  Perpisahan Yesus dengan Murid-muridNya disifatkan oleh amanat Yesus, Yakni supaya mereka memberitakan Injil keseluruh dunia (Mat 28:16-20).
2.6. Sebutan-sebutan untuk Yesus
2.6.1. Kristus
Sebutan kristus sering  diberikan kepada yesus, maka orang sering berfikir sebutan itu merupakan nama keluarga dari yesus. Sebenarnya itu bukanlah sebuah nama, tetapi sebutan yang menunjuk pada posisi-Nya dan pekerjaan-Nya sebagai mesias. Istilah kristus berasal dari bahasa Yunani “christos” yang di gunakan untuk menterjemahkan kata Ibrani Mesias. Kristus dan Mesias artinya adalah “yang diurapi”.
Salah satu konsep tentang mesias adalah dia akan menjadi raja. Dia Anak dau yang diurapi, singa Yehuda yang akan membangun kembali kerajaan daud yang sudah jatuh. Tetapi mesias juga disebut  Hamba Allah, hal ini yang di nubuatkan oleh Yesaya bahwa Ia adalah hamba Allah yang menderita. Dua sisi ini kelihatannya tidak mungkin di satukan dalam satu pribadi, tetapi kenyataan Yesus memanglah demikian.
Mesias juga adalah keberadaan yang ilahi (Anak Manusia) dan secara unik mempunyai hubungan dengan Allah Bapa (Anak Allah).
2.6.2. Tuhan
Sebutan yang sering digunakan pada Yesus dalam Perjanjian Baru adalah sebutan Tuhan. Istilah Tuhan di gunakan dalam tiga cara di Perjanjian Baru. Pertama, sebagai sebutan kesopanan secara umum, yakni dalam arti “tuan”. Kedua, sebagai sebutan kepada tuan dalam hubungan dengan budak atau hambanya. Ini di terapkan secara figurative pada Yesus. Dia adalah tuan kita dan kita adalah hambanya. Ketiga, sebagai sebutan yang mempunyai arti seseorang yang berkuasa. Dia adalah seorang yang berdaulat.
Untuk menyebut Yesus sebagai Tuhan bukan hanya merupakan sebutan radikal bagi orang romawi tetapi juga bagi orang yahudi, sebab itu hanya sebutan yang di tujukan kepada Allah di Perjanjian Lama. Sebutan Tuhan di berikan kepada Yesus oleh Allah Bapa. Itu adalah “Nama diatas segala nama”, yang dinyatakan oleh Paulus dalam Filipi 2:9.  Pada orang-orang Kristen masa kini menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan. Dia yang menjadi jalan, kebenaran dan hidup mereka (Yoh 14:6). Lebih jauh lagi, di dalam bahasa Aram Yahudi (bahasa Yesus sendiri), gelar (sang) Tuhan memiliki bermacam-macam arti. Gelar ini dapat memacu kepada Allah sendiri. Sebutan Tuhan adalah cara khas para murid baik untuk tidak secara langsung menyebut yesus ataupun secara langsung memanggilNya. 
2.6.3. Anak Manusia
Anak manusia merupakan sebutan yang paling sering di pakai oleh Yesus untuk di kenakan pada diriNya sendiri. Sebutan ini terutama untuk menyatakan peran Yesus sebagai Hakim seluruh dunia.  Sebutan Anak Manusia rupanya merupakan sebutan yang cukup penting, sebutan ini yang sering muncul di Perjanjian Baru dan sering dipakai oleh Yesus untuk di tetapkan pada dirinya sendiri. Kepentingan dari sebutan ini berkaitan dengan penggunaan sebutan itu oleh Daniel dalam Perjanjian Lama (lihat Daniel 7). Pada waktu Yesus menyebutkan dirinya sebagai Anak Manusia, Dia tidak bermaksud untuk berpura-pura merendahkan diri-Nya sebagai Pribadi Ilahi yang berotoritas.
2.6.4. Logos (Firman)
Sebutan Logos dikelilingi oleh kekayaan kebudayaan Ibrani dan Yunani. Yesus adalah Logos, pencipta Alam semesta, realitas terakhir di balik alam semesta ini, dan Dia yang terus menerus memelihara alam semesta ini.
2.7. Jabatan Kristus
2.7.1. Sebagai Nabi
Menurut Alkitab, nabi adalah orang yang dipanggil untuk menjadi mulut Allah, artinya orang yang di panggil menjadi nabi itu dijadikan alat Allah untuk berfirman kepada umatnya (Kel 4:16;Yer 20:7-9). Jabatan Nabi di Israel berpucuk pada diri Kristus. Segala Tugas Nabi telah dirangkumkan dan di penuhi dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Ia bukan hanya menyaksikan tentang kebenaran, tetapi ia sendiri adalah kebenaran dan Hidup (Yoh 14:6). Ia bukan hanya memberitakan tentang firman Allah, melainkan Ia sendiri Ialah Firman, yang sejak mulanya bersama-sama dengan Allah dan Allah adanya (Yoh 1:1).   yesus adalah pengenapan dari nubuat di Perjanjian Lama dan Dia sendiri adalah seorang Nabi.
Yesus sendiri memakai gelar nabi untuk diriNya (Mat 13:57; Luk 13:33) dan tidak menolaknya (Mat 21:11; Yoh 3:2; 4:19; 6:14; 9:17). Para murid dan pengikutNya pun menyebut Dia seorang nabi (Luk 24:19; Kis 3:22-24). Ada beberapa data Alkitab yang menyebutkan bahwa yesus adalah nabi (1 Ptr 1:11; 2:22; Ams 8; Yoh 13:15; Flp 2:5). Dalam menjalankan peranNya sebagai nabi, Dia melaksanakan dengan otoritasNya sendiri (Mat 7:29) dimana Dia dikenal dan dipanggil sebagai nabi (Mat 21:11, 46; Luk 7:16; 24:19; Yoh 3:2; 4:19; 6:14; 7:40; 9:17).
2.7.2. Sebagai Raja
Sebelum Yesus dilahirkan, malaikat  Gabriel berkata kepada  kepada Maria, bahwa anak Maria akan menjadi Raja atas kaum keturunan kaum Yakub sampai selama-lamanya dan bahwa kerajaanNya tidak akan berkesudahan (Luk 1:32, 33). Kekuasaan Mesias adalah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan bahwa kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musna. Hanya harus diingat, bahwa kerajaanNya bukanlah kerajaan duniawi (Yoh 18:36). Kewajiban Raja ialah memerintah, melindungi dan memelihara rakyatNya. Untuk melindungi umatNya Kristus telah berperang dengan kerajaan gelap, sehingga menang. Bagi umatnya kristus juga menjadi kepalanya, yang memerintah serta memeliharanya.  Yesus adalah Raja yang telah diurapi dari segala Raja, dan Tuan dari segala tuan.  Dalam Perjanjian Lama dengan nyata disebutkan bahwa kristus adalah Raja diatas segala raja (Mzm 93:1; 97:1; 103:19; 136:3).  Tugas  Raja ialah menyerang kekuasaan-kekuasaan yang menentang kerajaan Allah. Mukjzjat-mukjizat yesus adalah perbuatan-perbuatanNya sebagai Raja. Sebagai Raja, Dia adalah kepala gereja yang olehnya gereja dibangun dan berkembang sesuai tujuan Allah baginya (Mzm 2:2; 45:6-7; Ibr 1:8-9).
2.7.3. Sebagai Imam
Imam dalam bahasa Ibrani adalah “Kohen”. Kata ini selalu menunjukkan arti tentang seseorang yang memegang jabatan yang mulia dan penuh tanggung jawab, serta mempunyai otoritas atas orang-orang lain, dan hamper tampa pengecualian, imam berarti petugas dalam peribadahan. Dalam Perjanjian Baru (bhs, Yunani), “imam” adalah “hiereus” yang berarti ia yang perkasa atau seorang yang sacral. Hal ini menjelaskan tentang seseorang yang menyerahkan diri kepada Tuhan. Dalam Perjanjian Lama, imam berperan untuk menjelaskan aturan-aturan ritual dan menjalankannya. Beberapa peran imam khusus ialah imam dipilih guna mewakili umat di hadapan Allah untuk mengerjakan hal keagamaan, khususnya mempersembahkan korban bagi umat di hadapan Allah dan memberkati umat atas nama Tuhan (Ibr 5:1,4,7; 7:25; Im 9:22).  Imam juga wajib memberkati. Karena itu, dalam Perjanjian Lama orang Israel selalu mengharapkan datangnya Imam Sejati, Sang Mesias, yang dapat memberkati dengan sesungguhnya untuk selama-lamanya.
Jabatan nabi Tuhan Yesus tidak dapat di pisahkan dari pada jabatanNya sebagai imam. Hal itu jelas yang dilakukan oleh Tuhan Yesus pada waktu ia memberitakan Firman Allah, ia memanggil supaya orang bertobat (Mat 4:17; Mrk 2:17). Yesus sebagai Imam dilihat dari kedatangannya kedunia adalah untuk melayani dan bukan untuk dilayani, Ia juga memberikan nyawanya menjadi tebusan bagi orang banyak (Mrk 10:45). Kewibawaan sebagai imam ialah mempersembahkan korban, mendoakan umat Allah dan memberkatinya. Yesus Kristus sebagai imam tidak mempersembahkan korban dari darah  bintang melainkan mengorbankan diriNya sendiri satu kali untuk selama-lamanya (Ibr 10:10; 7:27). Ketika Ia hendak naik ke sorga, Ia meninggalkan damai sejahtera bagi para MuridNya dan dari sorga Ia senantiasa memberkati umatNya.
III. Kesimpulan
Dari pemaparan diatas dapat saya simpulkan bahwa yesus yang Historis adalah yang berhubungan dengan peristiwa atau sejarah kehidupan yesus yang pernah tinggal di dunuia mulai dari kelahiran, dibesarkan, pelayanan hingga kematian. Memang sukar sekali untuk memikirkan rahasia yesus, akal manusia tentu tidak dapat memecahkannya. Kemudian yesus yang diimani/Dikhotbahkan/Illhi adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Karena dari ketiga ini sebenarnya mewujudkan jabatan satu. Kematian yesus itu sendiri menumbuhkan iman dan kepercayaan bagi orang Kristen tentang yesus dari Nazaret yang mati dan telah bangkit. Mengimani yesus berarti adanya hubungan antar dua oknum yakni manusia dan yesus Kristus.
IV. Daftar Pustaka

Abineno, J. L. Ch., Pokok-pokok Penting dari Iman Kristen, Jakarta: Gunung Mulia, 2015.
Becker, Theol. Dieter, Pedoman Dogmatika, Jakarta: Gunung Mulia, 2012.
Boehlke, Robert R., Siapakah Yesus Sebenarnya, Jakarta: Gunung Mulia, 2012.
Boland, B. J., Intisari Iman Kristen, Jakarta: BPk-Gunung Mulia, 1984.
Boland, B. J., Intisari Iman Kristen, Jakarta: BPk-Gunung Mulia, 1984.
Boland, G. C. Van NIFTRIK, B. J., Dogmatika Masa Kini, Jakarta: Gunung Mulia, 2011.
Browning, W. R. F., Kamus Alkitab, Jakarta: Gunung Mulia, 2012.
Eckardt, A. Roy, Menggali Ulang Yesus Sejarah, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2000.
Hadiwijono, Harun, Iman Kristen, Jakarta: BPK-Gunung Mulia, 2003.
Herlianto,IR, Menggugat Yesus, Jakarta: Anggota IKAPI, 2008.
S, Jonar, Kristologi, Yogyakarta: ANDI, 2013.
Snoek, J., Sejarah Suci,  Jakarta: BPK –GM, 2009.
Sproul,  R. C., Kebenaran-kebenaran Iman Kristen, Malang : Departemen Literatur SAAT, 2002.
Verkuyl J.,  Aku Percaya, Jakarta: Gunung Mulia, 1987.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar